Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi hadirnya "Wanagama Nusantara" untuk mendukung pengembangan konsep "forest city" atau kota hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN). 'Wanagama Nusantara' sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pengembangan 'forest city' dan agenda adaptasi terhadap perubahan iklim global," ujar Rektor UGM Ova Emilia
Pada tahap pertama, Ova menyebut Wanagama Nusantara bakal dikembangkan pemerintah pada lahan seluas 28 hektare dengan potensi luas 621 hektare di IKN. "Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Wanagama Nusantara akan menjadi etalase berbagai inovasi dan adaptasi teknologi cerdas untuk memitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan," ujar dia.
Ova mengatakan pengembangan itu hendak mereplikasi keberhasilan UGM dalam merehabilitasi lahan kritis, baik dari sisi ekologis dan sosial ekonomi melalui Hutan Pendidikan Wanagama di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran Wanagama di Gunungkidul pada 1963 diinisiasi oleh para tokoh dari Fakultas Kehutanan UGM, yang bertujuan untuk memberikan contoh rehabilitasi lahan kritis baik dari sisi ekologis maupun sosial ekonominya.
Wanagama, menurut Ova, menjadi bagian dari upaya untuk merespons munculnya krisis air, krisis pangan, krisis kesehatan maupun kemiskinan yang terjadi pada saat itu di wilayah Gunung Kidul. Dengan pendekatan ekologis berupa rehabilitasi hutan, masyarakat diajak untuk menanam kembali tanaman kehutanan, tanaman pertanian, ataupun peternakan berdampingan dengan pola "agroforestry" yang pada akhirnya mereka memahami akan pentingnya hutan.
Tags:
Joko Widodo
