Langkah awal Otorita IKN untuk pembangunan manusia di sekitar ibu kota baru itu memetakan kebutuhan tenaga kerja. Dengan memahami jenis pekerjaan yang dibutuhkan, pelatihan yang tepat harus diberikan kepada masyarakat Kaltim. Setelah pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikasi sebagai salah satu bukti atas kompetensi mereka, bukan sekadar mengikuti pelatihan.
Otorita IKN sejauh ini telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan program pelatihan dan sertifikasi berjalan dengan baik. Pusat Pasar Kerja (Pasar Kerja ID) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan memainkan peran penting dalam menyediakan platform dan informasi bagi para pencari kerja di IKN.
Anjungan SIAPKerja yang telah didirikan di Balai Desa Tengin Baru, Sepaku, Penajam Paser Utara atau PU diaktifkan dan ditingkatkan untuk membantu masyarakat Kaltim dalam mencari informasi pekerjaan dan mengikuti pelatihan. Otorita IKN juga berencana membangun Pusat Pasar Kerja di IKN untuk memfasilitasi proses pencocokan antara lowongan pekerjaan dengan tenaga kerja yang kompeten.
Sebagai kota dunia, kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan IKN tidak hanya pada level nasional, tetapi juga global. Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat lokal fokus pada pengembangan skillset yang dibutuhkan untuk memenuhi standar internasional.
Pada September 2024, sekitar 3.000 orang akan datang ke IKN untuk tinggal dan bekerja. Kebutuhan akan tenaga kerja di berbagai sektor, seperti konstruksi, perhotelan, dan kuliner, akan makin meningkat. Otorita IKN bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim serta Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara untuk memastikan masyarakat lokal mendapatkan kesempatan prioritas dalam mengisi lowongan pekerjaan tersebut.
Tags:
Joko Widodo
