Pemerintah tengah membahas insentif untuk aparatur sipil negara (ASN) yang pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Insentif mencakup kenaikan pangkat hingga anggaran khusus. "Insentif ini diharapkan dapat memotivasi ASN mendukung proses relokasi dan adaptasi di IKN," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Abdullah Azwar Anas
Meski detail insentif belum final, dia optimistis pemindahan ini akan membawa perubahan positif dalam budaya kerja ASN, sehingga lebih adaptif terhadap teknologi dan responsif terhadap tuntutan zaman. “Pemberian insentif diharapkan mempercepat transformasi birokrasi menuju model yang lebih agile,” kata dia.
Keputusan memberikan insentif kepada ASN yang bersedia pindah ke IKN merupakan bagian upaya pemerintah untuk mendorong administrasi publik lebih merata dan efisien di seluruh wilayah Indonesia.
Perincian pembahasan mengenai insentif akan dibahas lebih lanjt bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan gambaran bahwa insentif untuk ASN yang pindah ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) akan serupa dengan yang diberikan kepada dokter yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil.
Namun, Sri Mulyani Indrawati masih menahan diri untuk memberikan komentar lebih lanjut, menunggu koordinasi dengan menteri PAN dan RB. Pemindahan ASN ke IKN direncanakan dilakukan secara bertahap, dimulai setelah Agustus 2024 Pembangunan hunian untuk ASN dijadwalkan akan selesai pada November dengan target rampung untuk 47 tower.
