Sebuah narasi baru tengah ditorehkan di Kalimantan Timur. Ibu Kota Nusantara (IKN) bertransformasi menjadi simbol kemajuan Indonesia. Di tengah gema persiapan infrastruktur nan megah, IKN tidak hanya bersiap menyambut HUT Ke-79 RI, tetapi juga menandai era baru dalam sejarah bangsa.
Presiden Joko Widodo yang telah memilih IKN sebagai lokasi upacara peringatan HUT Ke-79 RI, menegaskan pentingnya transisi ini. Upacara yang berlangsung di dua tempat, Istana Merdeka Jakarta dan Istana Kepresidenan di IKN, merupakan representasi dari masa transisi pemindahan ibu kota baru.
Segala persiapan infrastruktur telah digalakkan guna mendukung suksesnya perayaan Hari Kemerdekaan Ke-79 RI. Dari jalur tol yang menghubungkan Balikpapan dengan IKN, hingga Bandara VVIP dengan landasan pacu 3 kilometer, setiap infrastruktur yang dibangun adalah bukti dari tekad Pemerintah serius melakukan transformasi menuju Indonesia Emas. Jembatan Dirgahayu dan Pulau Balang, sebagai penghubung baru, tidak hanya mempercepat akses tetapi juga menambah keindahan arsitektural.
Begitu pun TPST dan IPALD di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) yang mampu menampung puluhan ton sampah dan lumpur setiap hari, adalah manifestasi dari komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan. Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke IKN telah menyoroti pentingnya kolaborasi antarsektor untuk memastikan kesiapan infrastruktur tenaga listrik dan kelancaran pemerintahan di IKN menyongsong upacara nasional kemerdekaan RI.
Melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku yang mampu mengalirkan 300 liter air per detik, serta prasarana canggih seperti microcell pemancar 5G dan mobile BTS untuk menyambut upacara nasional HUT RI, IKN siap menjadi pusat pemerintahan yang modern dan terkoneksi. Begitu pun pemasangan Kepala Garuda, karya Nyoman Nuarta, tidak hanya melengkapi estetika Kantor Presiden tetapi juga menjadi warisan budaya Nusantara.
