Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengerahkan empat pesawat untuk memodifikasi cuaca demi membantu kelancaran pembangunan Bandara VVIP di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. "Sekarang ini kami sudah mengerahkan empat pesawat (teknologi modifikasi cuaca) untuk pengkondisian udara, tetapi masih hujan juga," kata Budi
Menhub mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pembangunan Bandara VVIP IKN yang diberi nama Nusantara Airport adalah hujan yang terjadi secara terus menerus di wilayah Kalimantan Timur. Dia mencontohkan pada Juni lalu, dalam 30 hari, waktu yang digunakan untuk pembangunan Bandara Very Very Important Person (VVIP) IKN hanya delapan hari, karena hanya di hari tersebut yang cerah.
Oleh karena itu, pihaknya bersinergi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mendukung pembangunan Bandara tersebut. "Tapi memang harus diakui bahwa hari-hari di sana (Kalimantan Timur) itu hujan terus, bulan lalu (Juni) itu satu bulan, ada delapan hari saja yang bisa beroperasi (pengerjaan pembangunan Bandara VVIP IKN)," terang Budi.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan percepatan pembangunan Bandara VVIP IKN. Lebih lanjut, Budi mengaku bahwa pihaknya juga telah diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijadwalkan pada Kamis (25/7) dengan agenda menyampaikan laporan terkait progres pembangunan Bandara VVIP IKN. "Nanti Kamis, kami akan diundang rapat oleh Bapak Presiden (Joko Widodo). Tentu kami berusaha sesuai dengan rencana untuk 17 Agustus," kata Budi.
Tags:
Joko Widodo
